Apakah kita termasuk orang yang suka berbicara, orang yang kelihatanya pendiam ternyata suatu ketika menjadi banyak bicara, setelah saya amati ternyata lawan bicara seseorang mempengaruhi kita untuk menjadi diam atau banyak bicara, jika kita sedang berkumpul bersama teman teman kita yang satu grup satu selera satu
angkatan mesti kita akan kelihatan rame sekali, ada saja yang menjadi bahan pembicaraan dari pagi hingga siang tidak akan kehabisan bahan pembicaraan selalu nyambung dari topik satu ke topik yang lain, akan tetapi jika berada di rumah berkumpul orang tua kakak atau adiknya dia kelihatan diam tidak banyak bicara, hanya
bicara seperlunya saja tidak seperti kalau berkumpul bersama teman temannya,sebenarnya apakah yang mempengaruhinya;
1. topik pembicaraan, biasanya kalau di rumah pembicaraan orang tua kita terlalu berat , orang tua lebih selalu memberi nasehat atau ultimatm dari pada menjadi teman bicara
2.status kita,sebagai anak tentu kita akan lebih berhati hati jika berbicara dengan orang tua, baik orang tua sendiri atau orang lain, kita tidak bisa seenaknya sendiri, sopan santun, memilih bahasa dan kata kata yang halus dan baik, situasi seperti ini bisa membuat kita jenuh, canggung,sehingga kita memilih diam.
lain halnya jika kita berbicara dengan orang yang lebih muda dari kita, lebih gampang kan?
3.situasi, keadaan sangat mempengaruhi sekali buat seseorang untuk memilih banyak bicara atau diam
jika kita lagi sedih tentu akan lebih banyak diam di banding kalau kita dalam situasi yang senang atau bahagia,
kita bisa dengan semangat berbicara atau menceritakan pengalaman kita yang menyenangkan kepada lawan bicara kita dengan berapi api sampai siteman tidak di kasih waktu untuk memberikan kementar sedikitpun
4.Dengan siapa kita berbicara, bos dikantor, teman sekolah, teman nongkrong, dengan pacar,atau dengan mertua,semua itu akan mempengaruhi kita untuk bicara banyak atau memilih untuk bicara sedikit atau bahkan memilih untuk diam saja.namun demikian dari semua alasan di atas yang paling sulit menurut saya adalah jika lawan bicara kita adalah orang yang baik. bohongkah?
angkatan mesti kita akan kelihatan rame sekali, ada saja yang menjadi bahan pembicaraan dari pagi hingga siang tidak akan kehabisan bahan pembicaraan selalu nyambung dari topik satu ke topik yang lain, akan tetapi jika berada di rumah berkumpul orang tua kakak atau adiknya dia kelihatan diam tidak banyak bicara, hanya
bicara seperlunya saja tidak seperti kalau berkumpul bersama teman temannya,sebenarnya apakah yang mempengaruhinya;
1. topik pembicaraan, biasanya kalau di rumah pembicaraan orang tua kita terlalu berat , orang tua lebih selalu memberi nasehat atau ultimatm dari pada menjadi teman bicara
2.status kita,sebagai anak tentu kita akan lebih berhati hati jika berbicara dengan orang tua, baik orang tua sendiri atau orang lain, kita tidak bisa seenaknya sendiri, sopan santun, memilih bahasa dan kata kata yang halus dan baik, situasi seperti ini bisa membuat kita jenuh, canggung,sehingga kita memilih diam.
lain halnya jika kita berbicara dengan orang yang lebih muda dari kita, lebih gampang kan?
3.situasi, keadaan sangat mempengaruhi sekali buat seseorang untuk memilih banyak bicara atau diam
jika kita lagi sedih tentu akan lebih banyak diam di banding kalau kita dalam situasi yang senang atau bahagia,
kita bisa dengan semangat berbicara atau menceritakan pengalaman kita yang menyenangkan kepada lawan bicara kita dengan berapi api sampai siteman tidak di kasih waktu untuk memberikan kementar sedikitpun
4.Dengan siapa kita berbicara, bos dikantor, teman sekolah, teman nongkrong, dengan pacar,atau dengan mertua,semua itu akan mempengaruhi kita untuk bicara banyak atau memilih untuk bicara sedikit atau bahkan memilih untuk diam saja.namun demikian dari semua alasan di atas yang paling sulit menurut saya adalah jika lawan bicara kita adalah orang yang baik. bohongkah?
No comments:
Post a Comment